Welcome To My Blog . . .
Selamat Datang di Blog Sederhana ini . . .
Blog ini di dirikan sejak tahun 2010 oleh Nur Muhammad Fhadly, seorang biasa tetapi memiliki impian yang luar biasa . . .

Laman

Kamis, 25 Februari 2016

WATER PARK BUMI ASRI MEDAN HELVETIA

Ayo buruan kunjungi water park bumi asri yang berlokasi di Jl. Asrama/Simpang Pondok Kelapa Medan. Masih kurang jelas alamatnya ??? nih detailnya Jalan Asrama Simpang Pondok Kelapa. dekat sama Stasiusn Bus Sempati Star. masih kurang tau ??? PRSU tau gak ??? kalo masih juga gak tau, datangi aja tukang becak yang ada di sana. nah tanya deh sama tukang becak di sana buat di arahkan ke komplek perumahan bumi asri. bilang aja. perumahan bumi asri di mana ya. lo bilang aja gitu pasti udah langsung nemu water parknya. soalnya water parknya ada di dalam komplek perumahan bumi asri. Arealnya lumayan luas lo. 8000 meter persegi. kemudian harga tiketnya juga tergolong murah karena pondoknya udah gratis, permainan juga gratis dan yang paling penting makanan boleh di bawa masuk lo dari luar !!! jadi tunggu apalagi buat kamu kamu yang pengen liburan bareng keluarga atau pacar kamu karena ada permainan yang sangat menantang lo. namanya permainan BOOMERANG !!! mau tau ??? datang aja langsung ke lokasinya. kalau kamu kerja di sekolahan dan pengen bawa anak-anak murid kamu liburan buat acara perpisahan atau rekreasi, bisa hubungi langsung 085274408883 untuk info lengkap atau mau sekedar tanya tanya juga boleh.

Kamis, 09 Mei 2013

Ikhlas VS Rela

Kadang aku tidak tahu kenapa aku bisa menjadi seperti ini. menjadi seseorang yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. seseorang yang selalu memasrahkan segala sesuatunya terhadap kehendak Nya. kehendak yang Maha Esa. mungkin kau tidak akan percaya jika aku mengatakan bahwa 90% dari apa yang ku raih selama ini adalah hasil dari pasrah dan keberuntungan ku saja. pasrah bukan berarti hanya berdiam diri sambil menunggu nasib. aku pasrah tapi terus berusaha walau pun hasilnya akan buruk. pasrah itu berawal dari rasa ikhlas yang muncul karena tidak ingin mengecewaka orang yang ada di sekitar kita. dari rasa ikhlas maka pasrah yang sesungguhnya akan muncul. pasrah yang bukan dalam arti tidak mau berusaha. pasrah bukan dalam arti hanya berpangku tangan menunggu jawaban atas hasil dari pekerjaan orang lain. Kerjakanlah apa yang ingin kau kerjakan. kerjakan dengan penuh rasa ikhlas, kerjakan dengan penuh kejujuran, kerjakan dengan penuh kebahagiaan, kerjakan dengan penuh rasa percaya diri, kerjakan dengan pikiran bahwa apa yang kau lakukan itu adalah yang terbaik untuk dapat keu persembahkan untuk orang-orang yang ku cintai dan sayangi. lalu pasrahkanlah hasilnya dengan tetap terus berdoa bahwa apa yang kau kerjakan semata-mata bukan hanya untuk mu melainkan untuk atau demi kepentingan orang banyak, terutama untuk orang-orang yang ada di sekitarmu, terutama di sampingmu. Pasrah itu berawal dari sebuah sifat yang tulus kemudian berlanjut kepada hati yang ikhlas. Ikhlas belum tentu tulus dan begitu juga sebaliknya, tulus belum tentu ikhlas. banyak orang yang berprilaku ikhlas tapi tidak tulus. contoh "ya uda mari aku bantu, aku ikhlas kok. gini aja pun gak bisa kalian selesaikan sendiri" dari kalimat ini dapat kita pahami bahwa ia ikhlas membantu tapi tidak tulus dalam mengerjakannya karena secara tidak langsung dia mengatakan bahwa itu bukanlah pekerjaan yang seharusnya bukan ia kerjakan. Dan yang ini adalah sifat Ikhlas dan tulus "ya uda mari pak saya bantu, gak apa kok namanya juga kita ini kan satu tujuan jadi uda sewajarnya kita saling membantu" dari kalimat ini dapat kita tangkap bahwa ia mau tulus dan ikhlas membantu dengan alasan stu tujuan.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Cerita Tentang Tata Cara & Kemampuan Dalam Berkomunikasi (Coummunication Skill)

Alkisah, suatu hari seorang raja terbangun dari tidurnya. Rupanya, sang raja baru saja mendapat mimpi buruk yang penuh teka-teki. Dengan napas masih terengah-engah, sang raja berteriak memanggil hulubalang keraja an. “Hulubalang… panggil peramal istana sekarang juga. Cepaaat…!” Hulubalang tergopoh-gopoh pergi menunaikan perintah raja tanpa berani bertanya siapa peramal yang dikehendaki raja. Tak lama, seorang peramal kerajaan menghadap. Raja langsung membeberkan mimpinya dan meminta si peramal mengartikannya. “Aku bermimpi aneh sekali. Dalam mimpi itu, gigiku tanggal semua. Hah… pertanda apa ini?” tanya sang raja. Setelah mengadakan perhitunga dan penanggalan secara cermat dan teliti, dengan sedih si peramal berkata, “Mohon ampun, Baginda. Dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan, bahwa kesialan akan menimpa Baginda. Karena, setiap gigi yang tanggal itu berarti seorang anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia. Jika semua gigi tanggal, berarti kesialan besar, semua anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia!” Bagai disambar geledek, raja langsung merah padam mukanya. Perlambang buruk yang disampaikan si peramal itu membuatnya marah besar. Raja langsung memerintahkan supaya peramal itu dihukum. Walau begitu, kegundahan hati sang raja tidak juga mereda. Raja masih gelisah dan merasa tidak puas. Lalu sang raja memerintah hulubalang untuk memanggil peramal yang lain. Segeralah seorang peramal baru datang menghadap sang raja. Kali ini, setelah mendengar penuturan mimpi sang raja, peramal itu tersenyum. “Baginda Raja, dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan bahwa Baginda adalah orang yang paling beruntung di dunia. Paduka berumur panjang dan akan hidup lebih lama dari semua sanak keluarga Baginda,” kata peramal dengan nada riang dan bersemangat. Mendengar perkataan peramal tersebut, mendadak secercah senyum mengembang di muka sang raja. Tampaknya, sang raja sangat senang dengan perkiraan peramal tadi. “Kamu memang peramal yang pandai dan hebat. Dan sebagai hadiah atas kehebatanmu itu, aku hadiahkan 5 keping emas untukmu. Terimalah…” Setelah peramal kedua itu pergi, sang raja bertanya kepada penasihat istana tentang kualitas dan keakuratan kedua peramal tadi. Penasihat istana yang telah menyaksikan peristiwa tersebut, dengan berani dan bijaksana berkata, “Baginda. Menurut hamba, peramal pertama mengartikan tanggalnya gigi baginda sama artinya dengan meninggalnya kerabat Baginda. Sementara peramal kedua mengartikan Baginda berumur lebih panjang dibandingkan kerabat Baginda. Sesungguhnya, kedua peramal itu menyatakan hal yang sama. Yaitu, semua kerabat Baginda akan meninggal lebih dulu, dan Baginda seoranglah yang hidup lebih lama.” Kemudian, penasihat istana menyimpulkan, “Jadi sebenarnya, kedua peramal tadi mempunyai kualitas yang setara. Yang membedakan hanyalah cara penyampaian mereka. Peramal pertama berbicara apa adanya tanpa memikirkan dampak negatifnya. Sementara peramal kedua menjawab dengan cerdik dan bijak sehingga Baginda merasa senang dan memberinya hadiah.” Sahabat ku dimana pun berada, ketahuilah oleh mu bahwa keterampilan berkomunikasi (communication skill) sangat penting dalam meraih kemajuan. Baik dalam bidang bisnis, politik, sosial-kemasyarakatan, hubungan antar pribadi, atau hubungan dalam rumah tangga, keterampilan berkomunikasi memegang peran sangat vital. Secara sederhana, pola komunikasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu pola komunikasi positif dan pola komunikasi negatif. Pola komunikasi positif (seperti sikap kooperatif, kerjasama, kesepahaman, ketulusan, dan toleransi) hampir dipastikan mendatangkan output positif. Sebaliknya, pola komunikasi negatif (seperti kesalahpahaman, kebencian, kecurigaan, keragu-raguan, permusuhan dan dendam) hampir dipastikan membawa akibat-akibat negatif pula. Keterampilan berkomunikasi secara positif merupakan “syarat mutlak” bagi kesuksesan kita dalam bidang apa pun. Maka, mari kita mulai mengembangkan pola komunikasi positif dengan orang-orang terdekat kita, dengan teman-teman, rekan kerja, relasi bisnis, dan pihak-pihak lain yang relevan dengan aktivitas kita sehari-hari, agar kualitas pergaulan kita terpelihara dengan baik.

Jumat, 05 Oktober 2012

TANTANGAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BISNIS DI MASA DEPAN

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi. Ada lima komponen penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu : a. Pengirim pesan (sender atau komunikator) b. Pesan yang dikirimkan (message) c. Bagaimana pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media) d. Penerima pesan (receiver atau komunikan); dan e. Umpan balik (feedback) atau effect Untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, baik secara personal maupun professional paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu : a. menulis, b. membaca, c. berbicara; dan d. mendengar. Disadari ataupun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi sering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehingga seringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif. Aktivitas komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kita tidak pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupun membaca secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadi pendengar yang baik. Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yang kuat. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting. Komunikasi seringkali terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut : - Hambatan Teknis Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien. - Hambatan Semantik Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya. - Hambatan Manusiawi Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup : · Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi. · Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut . Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang / level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan. Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu : 1. Completeness (Lengkap) Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan 2. Conciseness (Singkat) Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya. 3. Consideration (Pertimbangan) Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan. 4. Concreteness (konkrit) Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas. 5. Clarity (Kejelasan) Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas. 6. Courtessy (Kesopanan) Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikasi bisnis. 7. Correctness (ketelitian) Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi). Pentingnya Kemampuan Komunikasi Bisnis Tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan. Di sisi lain, proses manajemen, adalah suatu aktivitas komunikasi. Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat manajer mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu : a. Struktur komunikasi yang buruk Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya satu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti pola : - pembukaan - isi - penutup selanjutnya : Umum à Detil à Umum atau Global à Detil à Global b. Penyampaian yang lemah Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan. c. Penggunaan media yang salah Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio, majalah, koran dan lain sebagainya. d. Pesan yang campur aduk Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas. e. Salah Audience Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. f. Lingkungan yang mengganggu Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaikan. Kendala komunikasi bisnis dapat bermacam-macam, namun dengan kehati-hatian serta kecermatan, sebagian kendala tersebut akan dapat diatasi. Presentasi yang disampaikan akan lebih bermakna dengan kendala yang diminimalisir, sehingga pesan yang disampaikan dapat memberikan efek yang diharapkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun . Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media. Tantangan ke depan, bukan saja sekedar menjual produk & jasa perusahaan, tetapi bagaimana menyampaikan pesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat memberikan manfaat kepada banyak orang dari berbagai ragam budaya, latar belakang, dan sebagainya. Proses penyampaian pesan atau informasi tersebut, dapat dilakukan secara satu arah, seperti melalui media elektronik atau media cetak juga dapat dilakukan secara dua arah (interaktif) melalui jaringan internet. Komunikasi Bisnis dan E – Commerce Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.. Media elektronik yang popular digunakan saat ini adalah internet. Perkembangan teknologi di masa mendatang, memberikan kemungkinan yang terbuka untuk penggunaan media lain selain internet. Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet. E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan suatu komunitas melalui transaksi elektronik serta perdagangan barang, layanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya, antara perusahaan dengan pelanggan (pelanggan), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan publik. Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu : a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu, sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak. b. Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia. Keuntungan menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, respon dan pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik. c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti memberikan keuntungan, antara lain : · untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; · harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; · internet merupakan media promosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta · pembelian melalui internet selalu akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan. Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu : a. Transaksi tanpa batas : Sebelum era internet, batas-batas geografi seringkali menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international, sehingga hanya perusahaan atau individu yang bermodal besar saja yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Dewasa ini, dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional, cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa dibatas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut serta melakukan transaksi secara on line. b. Transaksi anonim: Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia layanan sistem pembayaran yang ditentukan, pada umumnya dengan kartu kredit, c. Produk Digital dan Non Digital : Produk-produk digital seperti software computer, musik dan produk lain yang bersifat digital, dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan lainnya. d. Produk barang tak berwujud; Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce menawarkan barang tak berwujud (intangible) seperti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet. Implementasi e-commerce pada dunia industri, semakin lama semakin luas tidak hanya memberikan kemudahan dalam bisnis, tetapi juga mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global. Perkembangan teknologi tidak hanya mendukung kelancaran dan keberlangsungan suatu aktivitas bisnis, namun juga menciptakan industri baru dalam komunikasi bisnis. Penerapan e-commerce, telah menciptakan suatu komunitas tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (electronic business community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi serta teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya seharai-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Dengan perkembangan teknologi e-commerce, maka transaksi tadi dapat dengan mudah dilakukan, sekalipun kedua pihak yang bertransaksi berada pada sisi geografis yang berbeda. Banyak orang mengasumsikan, bahwa e-commerce dan e-bisnis adalah sama. Istilah e-commerce dan e-bisnis terdengar hampir sama, tapi secara teknis sebenarnya keduanya berbeda. E-commerce memiliki pengertian yang lebih sempit dibandingkan e-bisnis, dimana e-commerce adalah sub perangkat atau bagian dari e-bisnis. E-bisnis memiliki makna yang lebih luas dan menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil atau dampak besar kepada bisnis secara keseluruhan. Istilah e-bisnis mengcover semua area bisnis. E-bisnis terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah secara e-mail, Pemasaran dilakukan melalui internet, menjual produk atau jasa melalui internet untuk promosi produk dan jasa, dan sebagainya. Sedangkan E-commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja on line, seperti belanja produk atau jasa melalui internet. Sampel lainnya adalah ketika individu atau perusahaan membayar sejumlah uang melalui internet. Di era e-bisnis, Berbagai aktivitas, mulai dari sekedar pembicaraan tekstual sampai dengan transaksi bisnis telah dilakukan melintasi batas demi batas dan zona waktu yang hampir pada saat yang bersamaan. Dalam situasi seperti ini, peluang untuk berbagai kesempatan menjalin relasi bisnis, persahabatan ataupun lainnya terbuka lebar. Di Indonesia, internet belum terlalu popular digunakan menjadi media interaktif bisnis, bukan hanya karena minimnya penetrasi infrastruktur internet ke lapisan masyarakat, tetapi juga masih banyak pelaku usaha yang belum memahami bagaimana mengkomunikasikan bisnis melalui jaringan teknologi mutakhir ini. Hampir semua calon konsumen di Indonesia masih memiliki keragu-raguaan (skeptis) untuk melakukan transaksi di jaringan toko maya ini, yang antara lain disebabkan oleh : a. Masalah Kepercayaan; Mayoritas konsumen di Indonesia masih belum mempercayai kebenaran sistem penjualan on line, karena takut tertipu disamping tidak melihat langsung produk yang ditawarkan. b. Masalah Pembayaran; mayoritas konsumen meragukan keamanan cara pembayaran yang dilakukannya melalui internet. c. Masalah Info produk; Keraguan ini timbul, karena calon konsumen tidak bisa melihat langsung barang yang dijual, sehingga selain tidak yakin dengan kualitas produk yang ditawarkan juga meragukan kebenarannya. d. Mayoritas konsumen di Indonesia masih merasa lebih aman serta nyaman dalam bertransaksi yang dilakukan dengan cara interaksi dua arah secara langsung. Bisnis di dalam era globalisasi akan diselenggarakan dalam dukungan penuh suatu kerja tim yang memiliki kemampuan untuk memadukan : 1. Keuletan bernegosiasi dengan wawasan (vision) 2. Kesabaran dan keuletan hati (tenacity) 3. Fleksibilitas dengan fokus. Bisnis dalam era globalisasi dilakukan dengan melintasi jarak, keanekaragaman lingkungan dan waktu secara cepat dan mudah. Untuk dapat bersaing dan berhasil dalam lingkungan global yang dinamis, haruslah dibekali dengan kesungguhan, kemampuan dan inovasi serta selalu siap dan waspada dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Di era globalisasi ini, dunia bisnis menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin turbulen. Peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan. Disamping kemampuan menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik. Di era globalisasi, keterampilan lintas budaya menjadi tuntutan dan persyaratan, berupa kemampuan berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnis bangsa lain, maupun kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategis dengan mitra bisnis. Kesimpulan Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan. Di era globalisasi ini, tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, karena dunia bisnis menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin turbulen. Para manajer perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupa kemampuan berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnis bangsa lain, maupun kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategis dengan mitra bisnis. Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan. Disamping menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik. Di era e-bisnis, Komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi dan memberikan peluang bagi dunia usaha di Indonesia untuk mengembangkan usahanya, melalui berbagai kesempatan menjalin relasi bisnis, pemasaran produk ataupun lainnya. Melalui e-bisnis, transaksi bisnis telah dilakukan melintasi batas demi batas dan zona waktu yang hampir pada saat yang bersamaan. Aktivitas e-bisnis di Indonesia, merupakan tantangan tersendiri bagi para manajer untuk mengkomunikasikan bisnisnya kepada masyarakat yang mayoritas skeptis terhadap sistem penjualan on line melalui perbaikan sistem, pemupukan tingkat kepercayaan masyarakat serta pemberian edukasi yang berkesinambungan.

Pengetahuan Dasar Ilmu Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol - simbol atau sinyal.[rujukan?] Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu: Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan komunikan. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan. Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.

Kamis, 04 Oktober 2012

Sumber Masalah

Masalah itu berawal dan bermula dari mata, telinga, hidung, mulut serta perasaan. atau bisa juga melalui mata, mulut, telinga, hidung dan berlanjut ke perasaan.

Minggu, 03 Juni 2012

8 (Delapan) Ekspresi Cinta

Cinta, sesuatu yang sulit di pahami, tetapi sangat besar pengaruhnya di dalam diri ini. Cinta memiliki pengaruh positif bagi seseorang yang sedang berada di kondisi yang labil. misalnya ketika seorang sahabat yang sehat mengunjungi seorang sahabat yang sedang sakit dan berkata "percayalah, aku selalu ada untuk mu teman". Hal ini akan semakin memiliki penaruh yang DAHSYAT ! jika kalimat ini di sampaikan oleh seorang Wanita kepada teman Prianya atau sebaliknya. dan ini termasuk ke dalam kategori Ekspresi "CARE". Cinta juga memiliki pengaruh Negatif dan akibatnya juga sangat fatal. yaitu "KEMATIAN". misalnya ketika seorang wanita yang sangat kecewa terhadap pasanganya, hingga akhirnya ia pun putus asa dan merasa kecewa berat dan akhirnya ia mengakhiri hidupnya. itu hanya beberapa contoh saja. berikut ini adalah 8 (Delapan) Ekspresi Cinta: ada Ekspresi Protektif, yaitu sangat menjaga bahkan terkesan over protective terhadap pasangannya. dan ini merupakan ekspresi yang kurang baik. ada Ekspresi Care, yaitu sebuah Ekspresi yang mencaoba untuk menjaga perasaan pasangannya seakan-akan berkata "apa pun yang kamu lakukan, aku selalu mendukungmu dan aku akan selalu padamu". ada Ekspresi Give, yaitu sikap memberi tanpa harus mengharap menerima lebih dari apa yang di berikan. seperti sebuah lagu saat masa kecil kita yaitu "Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia". ada Ekspresi Guide, yaitu membimbing atau menunjukan mana yang pantas di lakukan dan mana yang tidak pantas untuk di lakukan. ada Ekspresi Pengorbanan, yaitu rela atau berusaha berkorban untuk membahagiakan hati pasangannya. hanya saja pengorbanan ini harus dalam konteks tertentu. ada Ekspresi Kesabaran, yaitu selalu mencoba mengalah dan menahan amarah demi hubugan tersebut agar dapat terus tetap terjaga dengan baik. ada Ekspresi Menyatakan Kebenaran, yaitu memberikan sesuatu yang sebenarnya agar tidak ada unsur dusta dalam hubungan tersebut. ada Ekspresi Belas Kasihan, yaitu pada Ekspresi ini seseorang mencintai seseorang karena rasa kasihan, dan ini sangat tidak baik. ketahuilah oleh mu bahwa Cinta itu melintasi SARA, yaitu Suku, Agama, Ras, dan Adat.

Sabtu, 02 Juni 2012

Sebenarnya Cinta itu APA dan APA Tujuan Sebenarnya ???

secara tidak langsung saya sering bertanya dalam diri saya sendiri,Sebenarnya Cinta itu Apa sih ??? kok banyak orang yang bisa "gelap mata" karena Cinta yang tidak terbalaskan. tapi ketika Cinta itu sudah di terima atau terbalaskan, tapi kok banyak orang yang tidak bisa mempertahankannya sampai ke kursi pelaminan. atau begini, ada yang sudah sampai di kursi pelaminan, tapi di tengah perjalanan tiba-tiba berpisah dengan alasan "saya tidak mencintainya". seperti pengalaman saya ini, saya memiliki seorang teman. ia sering menikah lagi dengan alasan ia tidak mencintai istrinya. tapi kalau saya perhatikan, tidak mungkin ia tidak mencintai dan menyukai istrinya. karena apa ??? karena saya lihat ia memiliki keturunan (anak) dari setiap istrinya. apa pantas yang seperti ini di bilang tidak Suka atau Cinta !!! ketahuilah dan sadarilah oleh mu, jika kau telah menemukan Cinta mu, maka jagalah Cinta sejati mu, kemudian jika kau sudah siap maka buatlah komitmen untuk melanjutkan ke langkah yang lebih serius, yaitu pernikahan. jika tujuan Cinta mu hanya karena sekedar nafsu maka dapat di jamin, sampai kapan pun kehidupan mu akan kacau balau. jadi, pahamilah dulu baik-baik apakah memang benar ia cinta sejati mmu.

Selasa, 04 Oktober 2011

Catatan Tentang Motivasi. Apa itu Motivasi ???

Motivasi itu adalah sebuah sugesti, dorongan, petunjuk. inilah yang sering di katakan orang-orang kalau di tanya apa itu Motivasi. mereka tau apa itu Motivasi, tapi kenapa ya banyak orang yang gak bisa Memotivasi dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa di anggapnya penting.

jadi begini, saya pernah sekali untuk mencoba melakukan penelitian tentang sugesti kepada diri saya sendiri. pada saat bangun pagi, saya langsung mengatakan kepada diri saya sendiri secara berulang-ulang "aduh malas kali la hari ini, mau ngapa-ngapain pun malas dan rasanya mau tidur aja." kalimat ini terus saya ulang-ulang sambil memusatkan pikiran saya kepada seluruh anggota badan saya. dan ternyata hasilnya sangat luar biasa. saya berhasil melakukannya. bukan hanya ini saja, saya pernah mencoba menyakiti diri saya dengan cara berkonsentrasi penuh dan selalu mengatakan "ah ini pasti sakit." dan ternyata aku berhasil.

setelah mengalami ini semua, saya kemudian mencoba mencari info di internet tentang Motivasi dan Sugesti. ternyata Motivasi dan Sugesti itu merupakan dua hal yang berbeda tapi sangat erat kaitannya.

misalnya begini, di sebuah acara seminar, pasti di ujung acaranya sanga pembicara selalu menutup acaranya dengan memasukan sebuah sugesti ke dalam pikiran para audience nya. saya agak heran, kenapa dia bisa melakukannya. ternyata kunci utamanya adalah "KONSENTRASI". jika seseorang sudah memusatkan pikirannya kepada sesuatu, maka dia perlahan sudah memasuki alam bawah sadarnya. setelah para peserta sudah mulai merasa tenang, nyaman dan aman, maka perlahan sang pembicara melakukan sebuah komunikasi yang tenang yang mana komunikasi ini mengajak para peserta mengalamai sebuah imajinasi yang sangat luar biasa sehingga mereka bisa menghilangkan segala kejenuhan dalam masalah pekerjaan mereka.

setelah beberapa saat, sang pembicara mengajak para peserta untuk memikirkan hal-hal yang sedih agar beban selama ini dapat keluar dari pikiran mereka. dan setelah melakukan itu semua ternyata sang pembicara berhasil melakukannya.

setelah acara selesai, saya bertannya kepada teman sebangku saya seperti ini "eh tadi pas kita di sugesti apa yang kau rasakan ???", kemudian ia menjawab "sebenarnya gak ada, tapi aku cuma mengikuti apa katanya aja. aku sadar kok tadi. tapi setelah aku mendengarkan arahan dari dia tadi, aku jadi agak bersemangat dan beban ku jadi agak berkurang"

setelah aku mendengarkan pendapat teman2 ku itulah makannya saya mencoba untuk melakukan sugesti dan Motivasi kepada diri saya sendiri.

jadi yang saya herankan, kenapa kita rela mengeluarkan uang sampai jutaan, bahkan ratusan ribu hanya untuk mengikuti beberapa pelatihan yang bersifat untuk Memotivasi kita.

dan bahkan banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan masalahnya dengan akal sehatnya sendiri, sehingga dia mencari seorang konsultan untuk mencari pemecahan terhadap masalahnya itu sendiri.





CATATAN:

-Semua orang mampu Memotivasi dan Mensugesti dirinya sendiri.

-Segala maslah dapat di selesaikan dengan cara harus berfikir sehat dan berfikir secara logika.

Sabtu, 02 April 2011

Sifat terpuji yang harus di miliki seorang pria dan wanita.

wanita, perempuan atau cewek merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah dan paling Anggun di mata seorang pria, laki-laki atau cowok. itulah menurut ku. tapi sayang sekali, berdasarkan pengamatan ku selama ini, aku agak kecewa dengan sifat wanita yang sudah sangat menurun kualitasnya.

sebelumnya aku minta maaf apabila ada yang tersinggung dengan catatan ku ini. tapi ini memang kenyataan dan mungkin kalian bisa melihatnya sendiri walaupun tidak semua orang bisa merasakannya atau melihatnya.

sebelumnya perkenalkan, aku biasa di panggil dengan nama Fadly. dan aku selalu menggunakan armada transportasi yang bernama Angkot atau di Medan biasa di panggil dengan nama Sudako. hasil pengamatan ku ini berhasil ku lakukan karena aku selalu mendapatkan segala sesuatu sumber pengamatan ku karena berkat perjalanan dari transportasi ku ini.

jadi, kita langsung saja masuk ke inti dari pembahasan materi ini. setelah selama 5 tahun aku bergabung di dunia transportasi yang bernama Sudako, aku melihat betapa mengerikan kehdupan saat ini. di dalam setiap perjalanan ku, aku melihat, betapa mudahnya seorang wanita di pegang atau di peluk pinggangnya oleh seorang pria di depan umum. dan yang lebih gilanya lagi, semua ini di lakukan oleh hampir semua remaja. apakah hal ini pantas di lakukan di depan publik ??? lumayan yang di pegang itu adalah tangannya, atau hanya saling bergandengan tangan. aku langsung berfikir, "astaga, betapa murahan dua orang ini. masih pacaran saja sudah seperti ini, apakah dengan seperti ini mereka akan yakin pasti menikah di kemudian hari nanti ???" kenapa aku berfikir seperti ini ??? aku seperti ini karena aku kasihan melihat perempuannya. apa dia gak pernah berfikir apa yang akan di fikirkan orang tentang tingkahnya ini ??

kalo di tegur, biasanya orang-orang seperti ini dengan mudahnya menjawab, "ini uda jaman modern, jadi uda gak ada batas antara laki-laki dan perempuan."

aku mohon kepada kalian, khususnya para wanita (yang belum menilkah). aku harap kalian bisa menjaga harkat, derajat dan martabat kalian sebagai wanita sebaik mungkin. dan bagi teman-teman ku yang pria, jagalah dan hormatilah pujaan hati kalian sebaik mungkin, karena dengan begitu, maka anda juga akan di hormati di depan publik saat anda sedang bersama CINTA pilihan anda.



Berikut ini adalah sifat terpuji yang harus di miliki seorang wanita.

1. Hati yang tinggi, seorang wanita harus memiliki sifat seperti ini dengan maksud agar tidak mudah jinak dan terpengaruh layaknya seperti burung merpati yang mudah jinak begitu saja.

2. Tangan yang tertutup, hal ini bertujuan apabila sudah menjadi istri agar tidak berprilaku hidup boros dan juga agar bisa menjaga harta milik suami yang di dapatkan dari hasil kerja keras.

3. Tidak bertindak sebelum berkonsultasi dengan pasangan, hal ini di lakukan apabila telah menikah karena ini merupakan sebuah komitmen di dalam hubungan pernikahan.



Dan berikut ini adalah sifat terpuji yang harus di miliki seorang pria.

1. Hati yang rendah, tidak somong, tidak ego dan agar dapat memahami perasaan pasangannya.

2, Tangan yang ringan, tujuannya ialah agar suka membantu dan bekerja keras.



mungkin sampai di sini dulu catatan saya. dan apabila ada yang keberatan dengan catatan saya ini, silahkan beri komentar dan berikan di bagian mana anda merasa keberataanya.

Rabu, 02 Februari 2011

Ah, Teori!

Kawan saya, seorang aktivis dan feminis laki-laki, suatu ketika menulis di sebuah media massa nasional mengenai poligami. Dalam tulisan itu, ia nampak begitu bersemangat menentang poligami yang menurutnya lebih banyak mendatangkan mudharat ketimbang manfaat. Dengan mengutip berbagai sumber dan referensi, kawan saya ini menyimpulkan bahwa poligami sering menjadi bencana dalam kehidupan rumah tangga, terutama bagi anak-anak. Ia mengecam Puspo Wardoyo yang menyelenggarakan Poligami Award. Ia juga mengatakan bahwa orang yang berpikiran seperti Puspo itu hanyalah sebagian kecil umat. Bagaimana dengan kemungkinan ia sendiri akan berpoligami? “Maaf sajalah, saya terlalu mencintai istri dan anak-anak saya,” demikian kawan saya menutup tulisannya.

Akan tetapi, itu dulu. Tiga setengah tahun lalu. Kenyataannya, kawan saya itu kini malah berpoligami dengan menikahi seorang wanita yang berusia hampir separuh usianya. Ia pun kini tengah disibukkan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang datang bertubi-tubi kepadanya.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan kawan saya ini? Sampai saat ini saya belum mendapatkan keterangan yang jelas darinya. Namun, sebetulnya ini adalah fenomena yang sangat biasa. Bukankah kita sering melihat orang yang mengatakan sesuatu pada suatu waktu, tapi kemudian melakukan hal yang bertentangan di waktu lain? Bukankah lidah memang tak bertulang?

Ada banyak sekali contoh yang dapat kita sebutkan. Bukankah kita sering mendengar mengenai guru mengaji yang sangat memahami agama, tapi kemudian melecehkan anak didiknya sendiri? Bukankah ada seorang yang hafal isi kitab suci tapi malah dipenjara karena kasus korupsi? Bukankah banyak aktivis dan pengamat yang berubah begitu ia diangkat menjadi pejabat? Bagaimana kita bisa menjelaskan seorang kriminolog yang dipenjara karena tindakan kriminal? Bagaimana kita dapat menjelaskan kasus dua menteri (yang kini sudah diganti) yang melakukan tindakan mencederai hukum padahal mereka adalah ahli hukum, pejabat di bidang hukum, aktivis prodemokrasi dan antikorupsi, bahkan sering juga bertindak sebagai dai?

Mengapa yang kita lakukan sering berbeda dari apa yang kita katakan?

Menurut saya, penyebabnya ada empat hal. Pertama, ada perbedaan yang begitu besar antara mengatakan dan melakukan. Mengatakan sesuatu menunjukkan pengetahuan Anda, padahal pengetahuan sering tak berdampak pada perubahan perilaku. Untuk bisa mengubah perilaku, yang diperlukan adalah kesadaran. Orang berubah bukan karena mereka tahu, tetapi karena mereka sadar.

Cobalah lihat contoh-contoh dalam kehidupan Anda sehari-hari. Bukankah banyak orang yang tahu bahaya merokok, tetapi tetap merokok? Bukankah banyak orang yang tahu pentingnya mengenakan sabuk pengaman, tapi tetap tidak menggunakannya? Tahu pentingnya berolah raga, tetapi tak pernah melakukannya?

Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya belum mencapai tingkat kesadaran. Kita baru sekadar mengetahuinya. Itulah sebabnya, kata-kata sering berbeda dari perbuatan. Kesadaran baru akan kita dapatkan kalau kita mengalaminya. Inilah rahmat tersembunyi yang kerap kita dapatkan dari musibah. Musibah dapat menyadarkan kita dan membuka kesadaran kita yang paling dalam. Orang yang telah sadar pastilah akan berubah.

Kedua, ketika kita berkata-kata, kita sering membayangkan kondisi yang ideal. Kita lupa bahwa situasi di lapangan bisa sangat berbeda. Seorang ilmuwan yang berteori mengenai korupsi barulah berbicara pada tataran ideal. Ia sebetulnya belum tahu apa-apa mengenai korupsi sampai ia sendiri merasakan menjadi pejabat. Ia berteori dalam lingkungan tenang, padahal lingkungan yang sebenarnya sangat bergejolak dan penuh godaan.

Alasan ketiga adalah karena kita cenderung merasa bahwa tugas kita sudah selesai begitu kita mengatakannya. Kita seakan-akan telah menjadi orang yang baik dengan mengatakan sesuatu mengenai kebaikan. Kita merasa menjadi orang yang bersih dengan mendengang-dengungkan sikap antikorupsi. Kita merasa menjadi pasangan yang setia dengan membuat pernyataan bahwa kita tak akan berselingkuh.

Padahal, di sinilah letak bahayanya. Semua pernyataan dan sikap kita itu sebenarnya barulah berupa teori belaka. Belum ada bukti sama sekali bahwa kita akan melakukan apa yang kita katakan itu. Namun dengan mengatakan hal itu, kita sering menganggap diri kita berada di posisi aman. Ini sering membuat kita lemah dan tidak siap. Kita lupa bahwa sebagai manusia, kita bisa salah. Bukankah kita senantiasa memiliki kecenderungan-kecenderungan duniawi? Kita bahkan bisa menjadi seburuk orang yang kita kritik. Kita selalu berpeluang melakukan perbuatan yang kita benci sekalipun.

Alasan keempat, di dalam diri manusia sebenarnya berkembang kekuatan-kekuatan yang saling bertolak belakang. Semakin kita membenci sesuatu, sebetulnya kita semakin memasukkan sesuatu itu ke dalam pikiran kita. Karena itu, sering ada kekuatan-kekuatan tersembunyi dalam diri kita yang justru menginginkan apa yang kita benci tersebut. Keinginan-keinginan ini muncul secara sangat halus dan samar-samar sehingga kita sering tidak menyadarinya. Ketika teman saya itu membenci poligami, jauh di lubuk hatinya yang terdalam telah tumbuh keinginan untuk mencoba poligami. Itulah sebabnya, orang bijak sering mengatakan agar kita menyukai dan membenci sesuatu dengan sekadarnya.

Tulisan ini pun saya cukupkan sampai di sini. Saya ingin segera berkomtemplasi, merenung dan mencermati diri saya sendiri. Jangan-jangan saya juga pernah mengatakan apa yang tidak saya lakukan. Jangan-jangan saya pun melakukan apa yang sebenarnya saya benci. Jangan-jangan saya hanya berteori. Padahal, saya tahu bahwa saya tidak akan pernah berhasil mengubah orang lain sebelum mengubah diri saya sendiri. Selain itu, saya juga takut kalau Anda yang membaca tulisan-tulisan saya kemudian mengatakan, “Ah, teori!”

Prev: Republika, Minggu, 7 Oktober 2008 [SELISIK] Antara Memaafkan dan Kebahagiaan ------------ --------- --------- -- ---Anwar Holid

Jumat, 31 Desember 2010

Sebuah Definisi Cinta

Dua sahabat wanita bertemu sesudah bertahun-tahun terpisah. “Bagaimana kabar putramu?” tanya yang satu.
”Putraku? Kasihan dia!” jawab yang lain mengeluh. ”Ia menikah dengan seorang gadis yang tak mau bekerja sedikit pun: tak mau memasak, mencuci dan membereskan rumah. Yang dilakukannya hanya makan dan tidur. Anakku yang malang bahkan harus mengantar sarapannya ke tempat tidur. Apa kamu bisa percaya itu?”

”Kasihan! Dan bagaimana putrimu?”
”Oh, ia itu sungguh beruntung! Ia menikah dengan malaikat yang tak membiarkannya mengerjakan apa pun. Ia punya banyak pembantu untuk memasak, mencuci dan membereskan rumah. Dan setiap pagi suaminya mengantarkan sarapan ke ranjang. Yang ia kerjakan hanyalah tidur, beristirahat dan bersantai-santai sepanjang hari.

Para pembaca yang budiman, apa pendapat Anda mengenai cerita di atas? Ternyata, sesuatu yang persis sama dapat dilihat dari sudut pandang yang sama sekali berbeda tergantung pada posisi dan kepentingan kita sendiri. Kita memang cenderung mementingkan diri sendiri dan selalu melihat sesuatu dari kepentingan kita. Bahkan, baik- buruk suatu peristiwa sangat tergantung pada terganggu-tidaknya kepentingan kita. Inilah sumber segala permasalahan yang kita hadapi.

Perubahan yang besar, revolusioner dan menakjubkan akan terjadi begitu kita mampu melihat sebuah masalah dari sudut pandang orang lain, terutama dari sudut pandang pihak-pihak yang berseberangan dengan kita. Inilah definisi saya mengenai cinta. Menurut saya, cinta adalah kemampuan kita melihat dari sudut pandang orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain, bahkan menghayati suasana kehidupan orang lain.

Definisi ini sangat sederhana, tetapi amat sulit dipraktikkan. Yang pertama harus kita kalahkan adalah ego. Kita sering menganggap penderitaan kita sebagai masalah terpenting di dunia. Misalnya, Anda sedang menderita sakit gigi, sementara di saat yang bersamaan banyak orang yang tertimpa musibah banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan sebagainya. Pertanyaannya, masalah apakah yang menurut Anda paling penting? Tentu, sakit gigi Anda, bukan?

Jadi, pertama-tama, kita harus menyadari kecenderungan kita yang selalu menganggap masalah kita sendiri sebagai masalah terpenting. Hal ini tak akan pernah melahirkan cinta. Cinta hanya dapat lahir dari kesadaran bahwa masalah yang dihadapi orang lain juga amat sangat penting. Kita harus mampu merasakan, menyelami dan menghayati situasi orang lain. Kemampuan inilah yang saya sebut dengan cinta.

Kalau Anda memiliki masalah dengan bawahan, cobalah bayangkan diri Anda yang berada pada posisinya. Pasti Anda akan menemukan berbagai kejutan yang mencerahkan. Suatu pekerjaan yang sangat sederhana bagi Anda, bagi bawahan mungkin membutuhkan waktu berjam-jam untuk memikirkannya. Kalau Anda memiliki masalah dengan atasan, cobalah tempatkan diri Anda di posisinya. Boleh jadi, atasan Anda sedang menghadapi tekanan yang hebat dari atasannya lagi yang membuatnya begitu tertekan.

Kalau Anda memiliki masalah dengan pasangan, cobalah bayangkan kalau Anda bertukar posisi. Lihatlah masalah dari sudut pandang pasangan Anda. Saya yakin, Anda akan lebih menghargai, mencintai dan memaafkannya. Begitu juga dengan pembantu Anda di rumah. Beberapa waktu lalu, pembantu saya kehilangan saudaranya yang sangat ia sayangi yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Ia sangat bersedih, sebentar-sebentar air matanya menetes. Ia benar-benar merasa kehilangan dan sangat sulit memercayai kejadian tersebut. Saya bisa berempati, merasakan apa yang ia rasakan, dengan cara masuk ke dalam situasinya. Saya bukannya membayangkan apa yang terjadi bila salah seorang saudara saya meninggal dunia. Situasi seperti itu tidak pararel dan tidak akan seimbang dengan apa yang ia alami. Alih-alih, saya membayangkan diri saya yang sedang bekerja jauh dari rumah, di sebuah tempat yang relatif asing bagi saya. Saya merasakan betapa beratnya merasakan duka sendirian di perantauan, di mana kita tak memiliki kesempatan yang cukup untuk berbagi perasaan dengan orang-orang terdekat kita.

Dengan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, kita akan senantiasa diliputi perasaan cinta dan belas kasih yang tak pernah putus. Kita juga akan merasa bahwa sesungguhnya – terlepas dari begitu besarnya perbedaan di antara kita – kita adalah satu. Kita benar-benar merupakan suatu kesatuan. Inilah yang disebut cinta dan inilah sebenarnya hakikat spiritualitas.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan cerita menarik. Ini tentang seorang anak SD yang miskin bernama Joni yang hanya memiliki seorang sahabat di kelasnya. Joni sering diejek dan dihina teman-temannya. Suatu ketika menjelang ulang tahun Joni, sahabatnya membayangkan betapa hari itu akan merupakan hari yang paling menyedihkan bagi Joni. Betapa tidak, tak ada orang yang akan mengucapkan selamat ulang tahun. Tak ada kue ulang tahun, tak ada hadiah, tak ada yang peduli. Karena itu, si sahabat menceritakan hal ini kepada ibunya dengan harapan sang ibu dapat menolongnya.

Dan di hari berbahagia itu, sang ibu membuat kejutan. Ia muncul di pintu kelas anaknya sambil membawakan kue dengan lilin yang menyala, menyanyikan lagu ulang tahun kemudian menyalami Joni yang hanya tertegun meneteskan air mata menyaksikan kejutan tersebut. Berpuluh tahun kemudian peristiwa ini dikenang sahabatnya sebagai salah satu peristiwa yang paling indah dalam hidupnya. Ia mengatakan, ”Aku hampir tak bisa mengingat lagi nama teman-temanku yang ikut merayakan ulang tahun itu. Aku pun tak tahu lagi di mana Joni sekarang berada. Tapi setiap kali aku mendengar lagu yang sangat kukenal itu, aku ingat hari itu, saat nada-nadanya berbunyi sangat indah: di dalam suara Mama yang lembut, cahaya dalam mata seorang anak laki-laki dan kue yang paling manis.”

Kamis, 25 November 2010

Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah

Jumat, 19 November 2010

Keledai dan Garam Muatannya

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Cara yang sama tidak cocok digunakan untuk segala situasi.